Dari semua kanker yang terjadi pada anak-anak, 30 persen di antaranya adalah leukemia. Jenis leukemia yang paling umum terjadi pada anak-anak adalah leukemia limfositik akut (ALL) dan leukemia myelogenous akut (AML).
Penyakit leukemia disebabkan oleh kelainan sel darah putih di dalam tubuh dan tumbuh secara tidak terkendali. Belum diketahui penyebab pasti dari perubahan yang terjadi, namun beberapa faktor berikut ini diduga dapat meningkatkan risiko terkena leukemia.
Acute lymphoblastic leukemia atau leukemia limfoblastik akut (LLA) adalah salah satu jenis kanker darah. Penyakit ini terjadi ketika sel darah putih yang belum matang (limfoblas) memperbanyak diri secara cepat dan agresif.
Studi terbaru menunjukkan persentase penderita dapat bertahan 5 tahun dari semua jenis tipe kanker darah sebanyak 61,4 persen. Penelitian tersebut dilakukan dengan cara mendata berapa banyak orang yang mampu bertahan selama 5 tahun ke depan setelah divonis kanker darah.
Kanker stadium 4 adalah tingkat paling parah dari penyakit ini. Kerap dianggap tak bisa disembuhkan, faktanya angka harapan hidup bergantung pada pasien itu sendiri dan pengobatan yang dijalankan.
Sindrom mielodisplasia merupakan jenis kanker darah yang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, sindrom ini paling sering menyerang orang dewasa usia 65 tahun ke atas.
Kondisi seperti inilah yang biasa kita kenal dengan kanker darah atau leukemia. Sel-sel leukemia bekrembang dan bertumbuh sangat cepat, sehingga melebihi jumlah yang seharusnya. Ini bisa membahayakan tubuh, karena akan meningkatkan infeksi, anemia, sampai pendarahan.
Di dunia medis, tidak ada istilah kanker bisa sembuh. Melainkan, kanker bisa dikendalikan atau dikontrol. Kanker dikatakan terkontrol ketika perawatan yang dijalani pasien dipandang berhasil. Kondisi tersebut terjadi saat semua tanda atau gejala kanker tidak terdeteksi lagi di tubuh penderita kanker.
Meski sama-sama kanker darah, namun perbedaan leukemia dan limfoma ialah bahwa leukemia memengaruhi darah dan sumsum tulang, sedangkan limfoma cenderung memengaruhi kelenjar getah bening.
500. Sedangkan pengobatan kemoterapi yang umum dipakai oleh pasien kanker memakan biaya hingga Rp 4.520.200 untuk kemoterapi ringan dan Rp 11.515.700 untuk kemoterapi berat. Pencangkokan sumsum tulang belakang yang kerap dilakukan untuk pasien leukemia bahkan memakan biaya hampir 100 juta rupiah.
Leukemia bukan penyakit menular karena kebanyakan kasus diturunkan orang tua ke anak (faktor genetik). Penyebab lainnya adalah riwayat kemoterapi, paparan zat kimia tertentu, mengidap sindrom Down, dan kebiasaan merokok.
Harapan kesembuhan pasien leukimia stadium 2 sendiri tergantung dari jenis leukimia yang diderita. Biasanya, harapan hidup standarnya sekitar lima tahun, dan penderita yang berusia muda akan memiliki harapan hidup yang lebih lama dari penderita yang berusia tua.
Penyebab Kanker Darah pada AnakSalah satunya adalah kelainan genetik, seperti sindrom Down, sindrom Li-Fraumeni, neurofibromatosis pada anak, dan anemia Fanconi. Selain itu, paparan radiasi dan ibu hamil yang sering mengonsumsi alkohol diyakini juga dapat meningkatkan risiko leukemia pada anak.
Penyakit datang dan menyerang tanpa pernah pandang status sosial, jenis kelamin, bahkan juga usia. Seperti kanker payudara yang biasanya diidap oleh orang dewasa, kini juga bisa menyerang anak balita baru berusia tiga tahun.
Tumor adalah benjolan yang muncul akibat sel yang memperbanyak diri secara berlebihan, atau akibat sel lama yang seharusnya mati masih terus bertahan hidup, sementara pembentukan sel baru terus terjadi.
- Kanker Darah atau Leukemia. Kanker darah atau leukemia merupakan penyakit kanker yang menyerang sel-sel yang membentuk sel darah dalam sumsum tulang.
- Kanker Hati.
- Kanker Payudara.
- Kanker Kulit Melanoma.
- Kanker Lambung.
- Kanker Lidah.
- Kanker Mulut.
- Kanker Mata.